Manusia lahir dari keadaan lemah, bodoh, kemudian menjadi tahu, menjadi mengerti, faham, dan kemudian kembali berangsur-angsur menuju kebodohan dan lemah lagi, seiring dengan bertambahnya usia.
Tumpulnya pikiran terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Penyebab terjadinya ketumpulan itu salah satunya adalah kenyataan. Setiap saat, setiap waktu, manusia terus berfikir tentang segala sesuatu, dan berbarengan dengan itu manusia juga dibentur-benturkan dengan kenyataan. Tidak jarang terjadi konflik antara fikiran dan kenyataan.
Kenyataan berlaku sebagai cambuk bagi fikiran manusia yang berakibat langsung terhadap jiwa. Yang semua itu akan terejawantah pada keputusan dan perilaku diri manusia itu sendiri. Luka yang tak tertangani akibat cambukan itu adalah tumpulnya jiwa. Seperti semakin bebalnya manusia menghadapi kebobrokan hidup yang mereka lihat sehari-hari, atau semakin tak acuhnya mereka terhadap Tanda-tanda Agung yang digelar Tuhan pada alam semesta ini.
Ini adalah perlawanan kami terhadap ketumpulan dan kebebalan. Ini adalah sedikit jalan kami mencari jalan setapak menuju Tuhan.
filsafat sucks………………….
rumit compleks hanya orang yang merasakannya aja yang ngerti.
manusia memang diciptakan untuk berpikir. disaat berpikir akan ada rasa puas yang muncul. karena itulah maka kadang2 orang mikirin hal-hal yg gak perlu dipikirin.